Kuliah Gratis Untuk Sumatera Selatan GEMILANG

11880634_806580116125411_7552174414214695535_n Setelah sekolah gratis dan berobat gratis, kini Sumatera Selatan meluncurkan program kuliah gratis. Program kuliah gratis ini di luncrukan di Palembang Sport Convention Center, Palembang, pada 22 Agustus 2015 yang di hadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, sejumlah bupati/wali kota, rektor perguruan tinggi, Mahasiswa perguruan tinggi di Sumsel dan sekitar 3.500 pelajar SMA/SMK.

Latar belakang dimunculkannya program ini untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia di Sumsel kini gencar membangun, khusus nya untuk persiapan Asian Games 2018 yang akan di laksanakan di Jakarta dan Palembang. Atas dasar itu, pemprov mulai membuat perioritas jurusan program studi, penyusun peraturan gubernur, penyiapan anggaran, hingga membuat nota kesepahaman dengan perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri. Untuk itu, ditetapkan 58 program studi dengan landasan utama berupa kebutuhan SDM, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus, kawasan Jakabaring Sport City, Sumsel sebagai lumbung energi dan lumbung pangan, pusat penelitian perairan air tawar, pembangunan kebun raya dan monorel, dan pengembangan sektor perkebunan, perternakan dan pariwisata.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan anggaran senilai Rp50 miliar untuk program kuliah gratis ini. Anggaran pendidikan yang disediakan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini akan dialokasikan untuk 2.000 calon mahasiswa yang akan ditunjuk. Untuk menjadi mahasiswa penerima kuliah gratis ini terdapat beberapa syarat khusus dan harus melalui seleksi ketat. Selain tidak mampu dan berprestasi, mereka juga diharuskan warga Sumsel dan harus menyelesaikan pendidikan kuliahnya dalam empat tahun. Pada tahun akademik 2015-2016 sebanyak 2.000 orang mahasiswa ini akan disebar ke beberapa perguruan tinggi di dalam dan dua perguran tinggi luar negeri. Perguruan tinggi itu antari lain, Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, UIN Syarif Hidayatullah, Politeknik Sriwijaya, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Nanjing (Tiongkok) dan Universitas Jeiju (Korea Selatan).